Kamis, 30 Mei 2019

Mengetahui Model Gaya Belajar


Assalamu’alaikum wr. Wb


Beberapa waktu lalu saya melakukan sedikit peniltian tentang gaya belajar  kepada beberapa teman-teman saya di MAN. Kebetulan ada suatu acara yang dapat mempertemukan kami kembali, waktu itu pun saya manfaatkan untuk melakukan penilitan ini. Saya menyiapkan beberapa pertanyaan yang harus mereka jawab.







Sebenanya apa yang dimaksud dengan gaya belajar?

Gaya belajar adalah ciri khas yang dimiliki oleh setiap orang dalam memeberikan respon terhadap pembelajaran yang diterima.
Gaya belajar mengacu pada cara belajar yang lebih disukai oleh individu, setiap individu bisa juga tidak hanya memiliki satu macam gaya belajar namun terdapat beberapa kombinasi dalam gaya belajarnya. Dimana gaya belajar ini merupakan kunci dari setiap individu untuk meraih kesuksesannya dalam bidang sekolah maupun bidang pekerjaan. Dimana jika kita mngenali gaya belajar kita, maka kita dapat mengelola bagaimana cara pembelajaran yang baik dan efektif.

Lalu apa saja macam-macam gaya belajar?  Berikut adalah jenis jenis gaya belajar.
1. Gaya Belajar Visual
                        Individu ini lebih senang melihat apa yang ia pelajari. Gambar/ visualisasi akan sangat membantu mereka dalam memahami apa yang sedang di jelaskan oleh seseorang. Apabila seseorang menjelaskan kepada individu yang memiliki gaya belajar visual mereka akan cenderung menciptakan gambaran mental tenang apa yang dijelaskan orang tersebut.
            Ciri-ciri  gaya belaja visual:
1. Bicara agak cepat
2. Tidak mudah terganggu oleh keributan
3. Mengingat yang ia lihat dari pada yang ia dengar
4. lebih suka membaca dari pada dibacakan
5. Pembaca cepat dan tekun

2. Gaya Belajar Auditorial
                        Individu ini lebih menikmati jika ia di jelaskan seseorang dalam memahami materinya, caranya belajar lebih condong mendengarkan.
            Ciri-ciri gaya belajar auditori:
1. Saat bekerja suka bicara pada diri sendiri
2. Mudah terganggu oleh keributan
3. Mengingat apa yang ia dengar dari pada yang ia lihat
4.Senang membaca dengan keras dan mendengarkan
5. Dapat mengulangi kembali dan menirukan nada, berirama dan wana suwara
           
3. Gaya Belajar Kinestetik
                        Individu yang memiliki gaya belajar kinestetik, ia akan belajar dengan cara melibatkan dirinya dalam suatu kegiatan langsung. Individu tersebut akan belajar sangat baik jika mereka dilibatkan dalam kegiatan fisik dalam pembelajaran.
            Ciri-ciri gaya belajar kinestetik:
1. Berbicara berlahan.
2. Tidak terlalu terganggu dalam situasi keributan.
3. Belajar dalam manipulasi dan praktek.
4. Menghafal dengan cara berjalan dan melihat.
5. Menyentuh orang untuk mendapatkan perhatin mereka.
6. Kesulitan dengan menulis tapi pandai dalam bercerita.
7. Menggunakan jari ketika membaca.

Setelah selesai semua pertanyaan terjawab, dapat dilihat hasilnya termasuk dimanakah model gaya belajar kita.
           





Adakah manfaat kita mengetahui gaya belajar kita? “Melakukan hal ini itu menyenangkan, kita jadi lebih memahami tentang diri kita masing-masing” kata salah satu teman saya. Setiap orang itu merupakan pembelajar yang unik, dan memiliki gaya belajarnya masing-masing. Berikut adalah beberapa manfaat mengetahu gaya belajar:
  1. Keuntungan Akademik
a.      Memaksimalkan potensi belajar
b.      Memahami cara belajar terbaik
c.       Mengurangi frustasi dan tingkat stress
d.      Mengembangkan strategi belajar
  1. Keuntungan Pribadi
a.      Mempelajari cara terbaik menggunakan otak yang dimiliki oleh setiap individu
b.      Mendapatkan wawasan kekuatan serta kelemahan diri kita sendiri
c.       Mempelajari bagaimana menikmati belajar dengan lebih dalam
d.      Mengembangkan motivasi untuk belajar
e.      Mempelajari bagaimana memaksimalkan kemampuan serta keterampilan alami.
  1. Keuntungan Profesional
a.      Unggul dalam kompetisi
b.      Mengelola tim dengan cara yang lebih efektif
c.       Meningkatkan keterampilan kita sendiri
d.      Meningkatkan produktivitas kita sendiri
Tidak ada cara yang benar atau salah dalam belajar, karna setiap orang mempunyai pembelajaran yang unik dan setiap gaya belajar memberikan keuntungan serta kekurangan masing-masing.
Mungkin sampai di sini yang dapat saya sampaikan. Lebih lengkapnya teman-teman bisa mencari di google atau youtube, karna hal ini sangat bermanfaat untuk diri kita ketahui. Semoga teman-teman dapat terbantu dengan ini.
Wassalamu’alaikum wr. Wb.


Selasa, 20 November 2018

Kuliah Tambahan mata kuliah Studi Qur'an

Assalamu’alaikum wr. wb. Apa kabar teman-teman? Maaf baru bisa menyapa teman-teman semua di artikel ke tiga ini. Ayo yang belum baca dua artikel ku sebelumnya segera baca, jika ada yang kurang benar dan perlu direvisi bisa langsung tulis di komentar. Saya sangat terbuka apapun masukkan dan nasehat dari teman-teman semua, agar kita bisa saling berbagi ilmu. Oke sebenarnya saya ingin berbagi pengalaman saya dan teman-teman saya. Pengalaman apa? Kami semua di sini adalah sebagian kecil mahasiswa prof. Ali Aziz dalam mata kuliah Studi Qur’an. Beliau memiliki sistem pembelajaran yang berbeda. Hasilnya semua materi sudah tersampaikan, ujian-ujian juga sudah selesai dilaksanakan, maka dari itu beliau memutuskan untuk mengundang beberapa teman beliau untuk berbagi ilmu kepada kami. Ada dua ilmu yang kami terima dari narasumber, apa saja itu? Di pekan pertama kami belajar tentang metode Tilawati, yang disampaikan oleh Ustad Ali Muaffa dan team beliau. beliau adalah salah satu penyusun metode Tilawati yang kami pelajari ini. Sungguh kesempatan yang berharga dapat mendapatkan ilmu yang luar biasa dari beliau. Oh ya dalam pembelajaran tilawati ini ada semboyan, yaitu “mudah dan menyenangkan” Apa sebenarnya maksudnya? Adakah dari teman-teman yang masih menganggap belajar al-Qur’an itu sulit? Kitab suci yang di bawa oleh baginda Rasulullah SAW ini apa mungkin sulit dipelajari oleh hamba-Nya? Tidak mungkin Allah akan menyulitkan hambanya untuk mempelajari agama Allah ini melalui firman-firman Nya dalam al-Qur’an. Terbukti Allah sudah menyebutkan pada QS. al-Qamar [54] diulang dalam empat ayat yaitu ayat 17, 22, 32, dan ayat 40 yang bunyinya “dan sungguh, telah Kami mudahkan al-Qur’an untuk peringatan, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”. Karna metode Tilawati ini mudah untuk dipelajari, maka dalam pembelajarannya pasti ada kunci untuk mudah dipahami. Yaitu menggunakan nada dalam melafadzkan huruf-huruf hijaiyah. Nada yang digunakan adalah nada yang paling dasar, jadi dapat memunadahkan bagi siapa pun yang baru pertama kali mempelajari al-Qur’an. Teman-teman yang ingin mendalami metode tilawati ini ssebenarnya seperti apa sih, bisa kunjungi link www.nurulfalah.org atau menghubungi langsung di nomor 031-8281278. Ini nih sedikit dokumentasi selama pertemuan berlangsung.. Dipekan kedua kami belajar menerjemahkan ayat al-Qur’an. “Halah gampang” “kan tinggal buka Qur’an terjemah atau aplikasi Qur’an di handphone, selesai”, eiittss.. tidak semudah itu. Kami disini menerjemahkan satu persatu kata dalam ayat tersebut. Pada saat itu kami mencoba menerjemahkan surat al-Fatihah tapi hanya beberapa ayat saja. Dalam menerjemahkan kami hanya bisa mendengarkan dari Ustadz Irwansyah selaku pemateri, sekedar menginfokan beliau ini dari Rumah al-Qur’an LPPIQ. Selain mendengrakan kami masih bisa membaca kata yang sedang diterjemahkan. Tapi eh tapi kami tidak boleh sedikit pun menulis. Tidak hanya mengajarkan cara menerjemahkan sekaligus menghafalnya, kami juuga mendapat info penting nih. Mau tau? Ternyata dalam al-Qur’an terdapat 79% kata yang diualang. Wah mengagumkan ya.. kuncinya dalam juz 1 dari 3,680 kata ada 2,520 kata yang diulang. Karena yangbanyakmewakili dalam al-Qur’an adalah dari surah al-Baqaarah. Menurut pendapat Prof. Ali Aziz mengenai hal yang disampaikan dari kedua materi tersebut dalam artikelnya yang berjudul "Sound Healing With Al Qur'an" https://www.terapishalatbahagia.net/ “Mulai sekarang, Jangan lewatkan satu haripun rumah Anda tanpa Suara Al - Qur'an. Keraskan bacaan anda dengan irama dan alunan yang membuat hati anda berbunga-bunga, penuh suka cita. Semoga anda secara bertahap juga dapat memahami kandungan maknanya. Dari sinilah kita dapat mengetahui mengapa Rosulullah memerintahkan membaca Al - Qur'an dengan melagukannya" Berikut dokumentasi bersama setelah pertemuan.. Okeey teman-teman sampai di sini saya dapat membagikan pengalaman saya dan teman-teman saya selama mengikuti dua pertemuan spesial ini. Mohon maaf mungkin dalam penulisan ini atau dalam pembahasannya saya dalam artikel sebelum ini ada yang kurang berkenan. Bisa langusung disampaikan melewati kolom komentar. Saya harap dari apa yang saya tulis di artikel ini dapat bermanfaat bagi orang banyak. See You next time.. Wassalamu’alaikum..